Wednesday, July 18, 2018

Warga Thailand Ucapkan Terimakasih pada Arwah Putri Cantik Penunggu Gua Angker

Legenda menyebut, Jao Mae Nang Non, seorang putri cantik dari kerajaan kuno, jatuh cinta pada seorang pemuda penjaga kuda.

Ia kemudian melarikan diri dengan sang kekasih setelah mengetahui dirinya hamil. Suatu hari, pasangannya pergi mencari makanan, tentara yang dikirim sang ayah membunuh lelaki itu.

Saat mengetahui kekasihnya telah tiada, ia kemudian menikam dirinya sendiri.

Alkisah, tubuhnya menjelma menjadi Doi Nang Non, perbukitan di mana gua itu berada. Darahnya kemudian menjadi Sungai Mae Sai.

Gua tersebut konon adalah liang kelaminnya.

Seperti dikutip dari Los Angeles Times, warga percaya, arwahnya menjadi penunggu gua. Kuil yang didedikasikan untuk dirinya pun diririkan di sana.

Upaya pencarian 12 korba hilang yang terjebak di sebuah gua di Thailand (AP)

Andrew Alan Johnson, asisten pengajar Antropologi dari Princeton University pernah mengunjungi gua tersebut pada musim hujan pada 2007, di tengah proyek buku Ghosts of the New City.

"Gua itu sunggug memikat. Pintu masuknya luas, seperti pintu katedral, dan selama musim hujan kelembaban mengalir keluar seperti uap. Sepertinya pintu gerbang ke dunia lain...," kata dia seperti dikutip dari situs ABC Australia.

Selain kisah tentang Jao Mae Nang Non, ada banyak versi mitos tentang gua tersebut.

Sejumlah orang menyebut, itu adalah rumah iblis raksasa atau yaksha. Lainnya mengira, seorang bangsawan tinggi pendiri Kerajaan Lanna (Thailand Utara) menyepi ke gua itu agar wilayah yang ia dirikan runtuh di tengah kekacauan.

"Kisah favorit saya adalah tentang bangsawan Thailand Utara, Jao Luang Kham Daeng yang dipancing untuk mengikuti seorang perempuan cantik ke dalam gua, yang kemudian menjadi santapan oleh roh-roh di dalamnya. Namun, menurut salah satu versi, ia kemudian menjadi penguasa di sana."

Sebuah ambulans meninggalkan area gua Tham Luang karena operasi penyelamatan berlanjut bagi mereka yang masih terperangkap di sana, di Taman Hutan Non Khun Nam Nang, distrik Mae Sai, provinsi Chiang Rai pada 10 Juli 2018. (Ye Aung Thu/AFP)

Menurut Johnson, dalam masing-masing kisah, gua tersebut menjadi rumah roh yang kuat bahkan erkadang berbahaya, yang menjaga keamanan, kesejahteraan, dan kesehatan wilayah Thailand Utara -- selama roh dan kekuatan gunung tersebut dihormati.

Gua-gua di Thailand Utara adalah tempat di mana tradisi-tradisi keagamaan berbaur: Ada tempat-tempat suci untuk agama Buddha, dewa-dewa Hindu dan para penguasa roh gunung, semuanya dalam ruang yang sama.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/global/read/3593288/warga-thailand-ucapkan-terimakasih-pada-arwah-putri-cantik-penunggu-gua-angker
Share:

0 Comments:

Post a Comment