Sebelum Piala Dunia 2018 bergulir, para penikmat sepak bola tentu berharap bisa menyaksikan para bintang dunia, seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, hingga Neymar dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya di dalam lapangan.
Awalnya, Cristiano Ronaldo sempat membuat harapan itu menjadi kenyataan setelah ia mencetak tiga gol ketika menghadapi Spanyol. Namun, setelah itu, performa bintang Portugal tersebut melempem.
Lionel Messi? Boro-boro angkat Piala Dunia, dalam beberapa pertandingan saja ia dianggap "tidak kelihatan" di lapangan. Bahkan, muncul kabar keretakan dalam skuat Argentina setelah berselisih dengan pelatih mereka.
Lalu bagaimana dengan Neymar? Nah, Neymar memang menjadi banyak bahan pembicaraan sepanjang turnamen Piala Dunia 2018 berlangsung. Namun, ironisnya, bukan karena kehebatannya di lapangan, melainkan komentar miring, mulai dari gaya rambut "jaman now" menyerupai mie keriting hingga aksi diving.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2272591/original/079750200_1531030111-neymarcov10.jpg)
Nah, keseruan pun muncul dari para pemain muda. Satu di antaranya adalah Kylian Mbappe, yang sukses mengantarkan Prancis menjadi juara. Bahkan, dua gol Mbappe ke gawang Argentina pada 16 besar menjadikannya sebagai pemain termuda yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan semenjak Pele, legenda Brasil.
Pemain termuda yang mencetak gol pada partai final Piala Dunia
- Pele (Brasil) vs Swedia, 29 Juni 1958 - 17 tahun 248 hari
- Kylian Mbappe (Prancis) vs Kroasia, 15 Juli 2018 - 19 Tahun 207 hari
- Carlos Desiderio Peucelle (Argentina) vs Uruguay, 30 Juli 1930 - 21 tahun 319 hari
- Amarildo (Brasil) vs Ceska, 17 Juni 1962 - 21 Tahun 322 hari
- Wolfgang Weber (Jerman) vs Inggris, 30 Juli 1966 - 22 tahun 33 hari
0 Comments:
Post a Comment