
IHRAM.CO.ID, TANGERANG -- Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Nizar Ali mengatakan, tidak bisa jamaah-jamaah haji lanjut usia (lansia) ditempatkan di pemondokan dekat Masjidil Haram. Sebab secara manajemen dia menilai hal itu tidak bisa diterapkan.
"Secara manajemen tidak bisa karena kontrak rumah sudah clear, sektor, hotel, kloternya, di situ enggak bisa kalau dipisah, tidak bisa dilokalisir," kata Nizar kepada Republika.co.id saat pelepasan calon jamaah haji asal Jawa Barat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Selasa (17/7) malam.
Ia menerangkan, kalau jamaah haji lansia dilokalisir, nanti siapa yang bertanggungjawab ketika jamaah haji lansia terpisah dengan kloter. Sekarang ini, jamaah haji lansia dalam pengawasan petugas haji yang menyertai jamaah. Juga ada petugas haji non-kloter yang selalu membantu tim petugas haji yang menyertai jamaah.
Baca: Indonesia Nomor Dua Percepatan Imigrasi Haji
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis menilai perlu ada kebijakan supaya ada kloter khusus bagi jamaah haji lanjut usia (lansia). Disusulkan juga jamaah haji lansia ditempatkan di pemondokan yang dekat masjid.
Nizar juga berpandangan, tahun depan juga tidak bisa jamaah-jamaah haji lansia dilokalisir untuk ditempatkan di pemondokan yang dekat Masjidil Haram. Sebab satu kelompok jamaah haji merupakan satu tim. "Ya tidak bisa, jelas tidak bisa karena tidak mungkin, kita kerjanya tim satu kelompok, kalau pindah, pindah semua, tidak bisa orang per orang," ujarnya.
Terkait layanan khusus jamaah haji lansia, Nizar menyampaikan, dalam konteks kesehatan, jamaah haji lansia tetap dikawal. Sekarang ada tim petugas pertolongan pertama jamaah haji. Ada sarana dan prasarana seperti kursi roda dan tandu. Juga ada layanan safari wukuf dan badal haji. "Tahun kemarin belum siap kursi roda, (sekarang) kita siapkan kursi roda, siapkan tandu, supaya bisa membantu mereka," ujarnya.
Ia menyampaikan, untuk melayani jamaah haji lansia dari awal sudah berupaya dan melakukan berbagai macam antisipasi. Dibentuk petugas khusus pertolongan pertama jamaah haji yang ditempatkan di sektor khusus dekat Masjidil Haram. Juga ada petugas pertolongan pertama jamaah haji yang menyisir tempat-tempat dari terowongan ke tempat Jamarat. Tujuannya untuk membantu jamaah yang mengalami gangguan kesehatan.
http://www.ihram.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/18/07/18/pc1vu3384-dirjen-phu-nilai-jamaah-haji-lansia-tak-bisa-dilokalisir
0 Comments:
Post a Comment